Bismillahirrahmanirrahiiim....

Emang bener kata pepatah "kalau kasih sayang ibu sepanjang jalan,kasih sayang anak sepanjang penggalan"
Telah banyak org menulis berbagai artikel bagaimana seorang ibu yg tak pernah mengeluh demi kehidupan yg indah utk sang buah hati,berapa banyak buku yg menggambarkan bagaimana sosok seorang ibu tidak bisa tergantikan walaupun diganti dengan harta seluas bumi ini,bahkan kemulian seorang ibu tertulis indah dalam pahatan Maha Sempurna "SORGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU".......
Sejenak kita merenung dan bertanya didalam hati :
1) apa yg telah kita perbuat untuk ibu kita ??
2) apakah kita lebih sering membuat ibu kita tersenyum? Atau malah kita lebih sering membuat ibu menangis? Namun seberapapun sedihnya ibu,murungnya seorang ibu mereka tidak akan menampakkan sedih dan murungnya didepan sang anak begitu mulyanya seorang ibu....
ibu...ibu...oh ...ibu
Sebenarnya saya bukan seorang penulis berbakat seperti bukan juga seorang puitis yg bisa memadukan kata-kata indah dalam goresan tinta dan mengurai makna....namun terbesik hati untuk menulis sesuatu karena saya juga memiliki seorang ibu yg sangat sempurna di mata saya, banyak teman2 jika menunjukkan sayangnya terhadap kekasihnya,mereka bagaikan pujangga,bahkan terkadang ukiran kata2 yg tertuang dalam tulisan mereka menyaingi karya2 indah seorang Kharirl Jibran sekalipun,tp ketika hendak menulis tentang seorang ibu yg merupakan org yg tidak usah diragukan lagi betapa sayangnya sama kita,kita sering tidak bisa menulis apa2,bahkan ketika kita dewasa ibu malah menjadi asing bagi kita,kita tidak pernah lagi mnecium nya dan malah berkata " malu bu kan udah gede" tp jikalau kita bayangkan betapa susahnya ibu kita membesarkan kita mungkin air mata ini akan selalu menetes...menetes...dan terus menetes......
Coba kita bayangkan :
1. Ketika kita lahir kedunia,betapa sakitnya ibu dengan bertarung nyawa,namun rasa itu mudah terobati baginya dengan mendengar tangisan dari sang bayi...
2. Ketika kita bayi,menangis ditengah malam betapa susahnya ibu kita yg sering begadang,memberi kita asi,mangganti popok kita,memberikan kenyamanan bagi kita biar tdk digigit nyamuk,menggosokan minyak angin keseluruh tubuh kita, ibu lakukan itu dengan ikhlas krn sayangnya sama kita mereka rela tidak tidur hanya utk melihat kita tertidur pulas.
3. Ketika kita mulai bisa bicara sedikit-sedikit dan terbata-bata...dan kita bertanya pada ibu...ibu itu apa...? Dan dengan tidak bosan2nya si ibu memberi penjelasan tentang apa yg kita tanyakan.
4.begitu masuk usia sekolah dgn penuh ksh mereka menyiapkan pakaian,sepatu,dan memandikan di pagi hari.
Banyak,banyak,banyak dan banyak......
Sekalipun saya bukan seorang penulis, namun ketika saya mulai menulis tentang ibu,dan saya gerakan tangan ini utk mengetik keyboard usang di hp ini,ternyata luar biasa,memang ajaib,kita tidak akan pernah bisa membalas kasih sayang yg pernah ibu berikan kepada kita, dari catatan diatas baru 4 yg saya kupas,dan menimbulkan pertanyaan balik terhadap diri kita masing-masing :
1) apa kita sanggup berjuang bertarung nyawa demi ibu,seperti yg pernah ibu lakukan ketika melahirkan kita.......????
2) jika ibu kita sekarang lagi sakit,dan terbangun ditengah malam dan minta sesuatu,apakah kita akan bangun ditengah malam,seperti yg ibu lakukan ketika kita menangis waktu bayi dan masa kanak2 ditengah malam??? (sedikit sekali diantara kita yg bisa melakukan itu,dan terkadang kita malah ngomong "ibu besok pagi kan bisa"....astagfirullah al'aziim....itulah balasan dari kita)
3) ketika ibu kita sudah tua dan banyak lupa tentang sesuatu,dan bertanya berulang-ulang kepada kita,"nak....itu apa?? "Mak bawel banget sich,nyinyir,itukan.....sudah berapa kali sya bilang"..! beda ketika kita baru bisa bicara,kita bertanya berulang-ulang, si ibu tak pernah mengeluh akan pernyaan kita,malahan mereka tersenyum ketika kita selalu bertannya.....(begitulah bedanya balasan yg kita beri terhadap apa yg ibu beri ke kita)
4) begitu ibu kita sudah tua,dan sering memakai baju yang jelek,dan kadang terlupa buat mandi,pernahkah kita mau memandikan ibu kita?? Pernahkah kita menyetrikakan baju ibu? (Seperti yg ibu lakukan ketika kita mau berangkat sekolah dulu)
...................Sejenak jari saya terhenti, saya gemetar, saya terhenyak, merenung, betapa diri ini merasa tidak ada apa2 dihadapan ibu,saya merasa banyak kekurangan.....baru empat contoh kejadian yg saya kupas, rasanya air mata ini tidak tertahan....karena dari empat kejadian tersebut saya secara pribadipun jauh dari sempurna untuk bisa melakukan / membalas kebaikan ibu.....
Ibu....ibu.....ibu....
To be contunued...............InsyaAllah..
No comments:
Post a Comment